POLDA JATIM UNGKAP PERDAGANGAN SATWA DILINDUNGI

judulberita

Pada hari Jumat tanggal 25 Mei 2018, anggota Unit IV Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jatim melaksanakan tugas penyelidikan terkait dengan adanya dugaan peristiwa tindak pidana Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dengan cara menangkap, melukai, membunuh, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut, dan/atau memperniagakan satwa yang dilindungi jenis burung dalam keadaan hidup yang beralamat di Dsn. Krajan A RT/RW 001/010 Ds. Curah Kalong Kec. Bangsalsari Jember. Ditemukan 443 ekorsatwa yang dilindungi yang ditangkar di CV. BintangTerang. Terhadapsemua burung tersebut, tersangkatidak dapat menjelaskan ataupun menunjukkan asal usul perolehannya, dengan kata lain bahwa sebagian besar indukan burung tersebut diduga dibeli dari pasar illegal tanpa dokumen, bukan diperoleh dari penangkaran lainnya yang resmi dan bersertifikat.

Berkedok sebagai sebuah penangkaran burung, Tsk LDA als K melakukan pembelian satwa jenis burung yang dilindungi secara illegal kepada beberapa orang. Burung-burung tersebut selanjutnya ditempatkan di penangkaran CV Bintang Terang miliknya untuk melengkapi koleksi maupun sebagai indukan.

Dari ratusan ekor burung yang ada di penangkaran TSK saat ini, tidak seekor pun yang bisa teridentifikasi secara detail terkait asal-usulnya, baik melalui mekanisme control kelahiran, tagging (pemasangan cincin/ring kaki) maupun pemberian sertifikat. 

Koleksi burung yang ada pada CV Bintang Terang tersebut diduga diperjualbelikan, baik di dalam negeri maupun keluar negeri.

9 Oktober 2018

_PRINT